Archive for 2013
DEADLINE KEMATIAN
Oleh: Nadia Rahmatul Ummah
(Naskah Terbaik Lomba Cerpen Majalah KUNTUM)
“Kau akan mati pada tanggal 1 Januari 2013!”
Suara
itu menggema di ruangan yang sama sekali
tak ada penerangan lampu listrik, hanya penerangan dari sebatang lilin di atas
kaleng biskuit bekas yang diletakkan di atas meja kayu. Adegan ini kembali
terulang dan ini yang kedua kalinya, di tempat yang sama, padahal dua menit
yang lalu aku sedang menyelesaikan naskah cerpenku di depan laptop.
“Gila,
ada apa lagi?” aku membentak mencoba menghalau rasa merinding, pandanganku
mengelilingi ruangan yang aku perkirakan berukuran 2 x 3 meter. Aku mencoba
berdiri karena tadi aku seperti dilempar oleh seorang yang bertenaga besar .
Seperti
apakah wujud pemilik suara menakutkan itu? Apa seperti drakula? Vampire?
Zombie? Atau malaikat kematian?.
“Ah,
aku bisa gila” aku meremas rambutku “Kyriel, mana ada mahluk semacam itu di
dunia ini, kamu ini terlalu banyak baca buku misteri” aku bergumam.
“Kau
akan mati pada tanggal 1 Januari 2013, tinggal 14 hari lagi sisa waktumu di
dunia ini” lagi.
“Memangnya
kamu ini tuhan yang menentukan hidup dan mati?” Aku kembali membentak, kini aku
bisa mengalahkan rasa takutku.
“Tuhan?”
suara itu terdengar lagi, kini dengan nada menyindir “bukannya kamu tak mengenal tuhan?”
“Kyriel” kini yang terdengar adalah suara
lembut yang sering kudengar “apa benar
kamu akan mati tanggal 1 januari nanti?”
“Shaima,
kamu disini juga?” aku mencari sumber suara yang selalu kurindukan “jangan
dengar dia, itu bohong”
“Hahaha”
kini tawa si mahluk tak nampak, menjijikan “Kau akan mati, Kyriel”
Aku
terduduk lemah, keringat dingin yang tadi bercucuran sudah membasahi baju kaos
lengan panjangku, kaki dan tanganku bergetar hebat.
“Tuhan?”
“Kyriel…” suara Shaima “apa benar kamu akan
meninggalkan aku tahun baru ini?” ada isakan pelan disana.
“Shaima”
aku memanggil nama kekasihku, pelan.
“Kyriel”
Tubuhku
diguncang-guncangkan oleh seseorang, aku menengok ke belakang, Shaima, ia
memegang bahuku, wajahnya dihiasi senyuman yang mampu membuatku luluh. Dengan
cepat aku menggenggam tangannya.
“Apa
dari tadi kamu disini? Kamu jangan takut, orang tadi berbohong”
“Siapa?”
raut wajahnya menandakan keheranan.
Apa
yang barusan dikatakan Shaima? Bukannya tadi ia menemuiku di kamar asing tadi?
Aku memandang sekelilingku. Dan lihatlah! Aku kembali di kamar tercintaku,
posisiku masih seperti sebelumnya, duduk di depan laptop.
“Apa
tadi aku tertidur?” tanyaku pada Shaima yang telah mengambil kursi plastic dan
duduk di sampingku.
“Tidak”
Shaima menggelengkan kepala “dari tadi kamu melamun, bukannya kamu sedang
mencari ide untuk menyelesaikan naskahmu?”.
# # #
“Kyriel,
kau akan mati pada tanggal 1 Januari 2013!”
Kembali,
ruangaku kembali berpindah, dan 3 menit yang lalu aku masih menikmati lantunan
musik dari laptopku. Dan ini yang ketiga kalinya.
‘”Kyriel,
kau akan mati, sisa waktumu tinggal 12 hari lagi”
Ruangan
yang hanya diterangi sebatang lilin kembali menjadi persinggahan yang tak
kuinginkan ini, keringat dingin kembali membasahi badanku, bergetar lagi.
“Sebenarnya
apa maumu?”
Suara
gertakanku tak seperti suara menggelegar mahluk tak nampak itu.
“Mauku?”
suara itu seperti menyeringai lagi, “mauku kau mati tanggal 1 januari 2013”
“Bukan
kamu yang menentukkan hidup dan matiku!”
“Siapa?”
Mengejekku.
“Tuhan”
“Tuhan?”
Mengejek
lagi, kali ini dengan tawanya yang terbahak-bahak.
“Bukannya
kau tak mengenal tuhan, Kyriel?”
“Tuhan…”
lirihku
“Kau
tak mengenal tuhan!”
Mahluk
tak nampak itu menggertakku.
“Tuhan…
tuhan ….” isakku.
Suara
tawa menjijikan itu perlahan memudar, sayup-satup lalu hilang, yang tertinggal
hanya suara jangkrik yang bersahutan di luar ruangan, aku memejamkan mata,
berharap aku bisa kembali ke ruangan yang nyaman bersama laptopku, kamar
tercinta meski kadang keadaan kamarku seperti kapal pecah.

