MENCEKAM MENERKAM


Oleh: Nadia Rahmatul Ummah

Mencekam 
Menerkam
Begitu cepat
dan hilang,

Kau menerkam
Dan jiwaku mencekam
Begitu cepat dia tertahan
Menahan sakit dicabut sang Izrail.
Depok
Pagi Mencekam, 15 April 2013
Minggu, 14 April 2013
Posted by Nadia Nanath
Tag :

DEADLINE KEMATIAN

Oleh: Nadia Rahmatul Ummah
(Naskah Terbaik Lomba Cerpen Majalah KUNTUM)
 “Kau akan mati pada tanggal 1 Januari 2013!”
Suara itu menggema di ruangan yang  sama sekali tak ada penerangan lampu listrik, hanya penerangan dari sebatang lilin di atas kaleng biskuit bekas yang diletakkan di atas meja kayu. Adegan ini kembali terulang dan ini yang kedua kalinya, di tempat yang sama, padahal dua menit yang lalu aku sedang menyelesaikan naskah cerpenku di depan laptop.
“Gila, ada apa lagi?” aku membentak mencoba menghalau rasa merinding, pandanganku mengelilingi ruangan yang aku perkirakan berukuran 2 x 3 meter. Aku mencoba berdiri karena tadi aku seperti dilempar oleh seorang yang bertenaga besar .
Seperti apakah wujud pemilik suara menakutkan itu? Apa seperti drakula? Vampire? Zombie? Atau malaikat kematian?.
“Ah, aku bisa gila” aku meremas rambutku “Kyriel, mana ada mahluk semacam itu di dunia ini, kamu ini terlalu banyak baca buku misteri” aku bergumam.
“Kau akan mati pada tanggal 1 Januari 2013, tinggal 14 hari lagi sisa waktumu di dunia ini” lagi.
“Memangnya kamu ini tuhan yang menentukan hidup dan mati?” Aku kembali membentak, kini aku bisa mengalahkan rasa takutku.
“Tuhan?” suara itu terdengar lagi, kini dengan nada menyindir  “bukannya kamu tak mengenal tuhan?”
 “Kyriel” kini yang terdengar adalah suara lembut yang sering kudengar  “apa benar kamu akan mati tanggal 1 januari nanti?”
“Shaima, kamu disini juga?” aku mencari sumber suara yang selalu kurindukan “jangan dengar dia, itu bohong”
“Hahaha” kini tawa si mahluk tak nampak, menjijikan “Kau akan mati, Kyriel”
Aku terduduk lemah, keringat dingin yang tadi bercucuran sudah membasahi baju kaos lengan panjangku, kaki dan tanganku bergetar hebat.
“Tuhan?”
 “Kyriel…” suara Shaima “apa benar kamu akan meninggalkan aku tahun baru ini?” ada isakan pelan disana.
“Shaima” aku memanggil nama kekasihku, pelan.
“Kyriel”
Tubuhku diguncang-guncangkan oleh seseorang, aku menengok ke belakang, Shaima, ia memegang bahuku, wajahnya dihiasi senyuman yang mampu membuatku luluh. Dengan cepat aku menggenggam tangannya.
“Apa dari tadi kamu disini? Kamu jangan takut, orang tadi berbohong”
“Siapa?” raut wajahnya menandakan keheranan.
Apa yang barusan dikatakan Shaima? Bukannya tadi ia menemuiku di kamar asing tadi? Aku memandang sekelilingku. Dan lihatlah! Aku kembali di kamar tercintaku, posisiku masih seperti sebelumnya, duduk di depan laptop.
“Apa tadi aku tertidur?” tanyaku pada Shaima yang telah mengambil kursi plastic dan duduk di sampingku.
“Tidak” Shaima menggelengkan kepala “dari tadi kamu melamun, bukannya kamu sedang mencari ide untuk menyelesaikan naskahmu?”.
# # #
“Kyriel, kau akan mati pada tanggal 1 Januari 2013!”
Kembali, ruangaku kembali berpindah, dan 3 menit yang lalu aku masih menikmati lantunan musik dari laptopku. Dan ini yang ketiga kalinya.
‘”Kyriel, kau akan mati, sisa waktumu tinggal 12 hari lagi”
Ruangan yang hanya diterangi sebatang lilin kembali menjadi persinggahan yang tak kuinginkan ini, keringat dingin kembali membasahi badanku, bergetar lagi.
“Sebenarnya apa maumu?”
Suara gertakanku tak seperti suara menggelegar mahluk tak nampak itu.
“Mauku?” suara itu seperti menyeringai lagi, “mauku kau mati tanggal 1 januari 2013”
“Bukan kamu yang menentukkan hidup dan matiku!”
“Siapa?”
Mengejekku.
“Tuhan”
“Tuhan?”
Mengejek lagi, kali ini dengan tawanya yang terbahak-bahak.
“Bukannya kau tak mengenal tuhan, Kyriel?”
“Tuhan…” lirihku
“Kau tak mengenal tuhan!”
Mahluk tak nampak itu menggertakku.
“Tuhan… tuhan ….” isakku.
Suara tawa menjijikan itu perlahan memudar, sayup-satup lalu hilang, yang tertinggal hanya suara jangkrik yang bersahutan di luar ruangan, aku memejamkan mata, berharap aku bisa kembali ke ruangan yang nyaman bersama laptopku, kamar tercinta meski kadang keadaan kamarku seperti kapal pecah.
Sabtu, 13 April 2013
Posted by Nadia Nanath
Tag :

Popular Post

Blogger templates

Labels

Pages

About Mozaik Kata

Menyajikan karya sastra berupa puisi, cerpen, dan dongeng yang ditulis oleh seorang Melankolis yang bertutur dengan Romantisme terkadang Ekspresionisme.
Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

About Me

Foto Saya
Nadia Nanath
Lihat profil lengkapku
Poskita.com

Featured

- Copyright © Mozaik Kata -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -